VISI MISI SMP NEGERI 2 BANYUWANGI BERPRESTASI, BERMORAL DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Senin

HARKITNAS

Ziarah Hari Kebangkitan Nasional 
SMP Negeri 2 Banyuwangi Di TMP Wisma Raga Satriya

Hari Kebangkitan Nasional 2018
    Bertempat di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satriya Kabupaten Banyuwangi, SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan kegiatan ziarah/tabur bunga. Kegiatan dalam rangka HARKITNAS yang sedianya dilaksanakan pada 20 Mei ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 Mei 2018. Siswa sudah berkumpul di depan TMP Wisma Raga Satriya sejak pukul 06.00 WIB, sesuai surat edaran untuk seragam yang dikenakan adalah seragam PRAMUKA.
    Kegiatan ziarah ini merupakan rangkaian kegiatan awal sebelum melakukan kegiatan upacara bendera di lapangan Taman Blambangan dengan inspektur upacara wakil bupati Banyuwangi. Untuk kegiatan ziarah di Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satriya ini dihadiri oleh personel dari Polres, Lanal, Kodim, PNS, pelajar dan PRAMUKA yang bertindak sebagai inspektur upacara adalah Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Inf. Ruli Nuryanto.
    Dalam kesempatan ziarah ini, inspektur upacara berpesan "dalam memperingati hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei harus dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri, selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 110 tahun, mari kita maknai peringatan tahun ini di lingkungan kita masing-masing sesuai dengan lingkup tugas kita masing-masing, untuk semaksimal mungkin memfasilitasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia," tegas irup Hardiknas tahun 2018.
    Selain itu disampaikan pula harapan untuk merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri yang dibuka oleh berbagai pihak. Baik oleh pemerintah, badan usaha maupun masyarakat sendiri. Adapun tema dari hari Harkitnas 2018 tahun ini adalah Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional di Era Digital.
    Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko berpesan kepada seluruh Aparat Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkab Banyuwangi untuk tetap bekerja giat dan rajin, meski sedang menjalani ibadah puasa. Mereka diminta harus lebih produktif dalam mengukir prestasi. “Tidak ada alasan bagi ASN untuk bermalas-malasan karena sedang berpuasa,” kata Yusuf. Pesan itu disampaikan wakil bupati saat memberikan amanah sebagai inspektur upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018 di lapangan Blambangan.
TMP Wisma Raga Satriya Banyuwangi
Kesiswaan SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam Ziarah Hardiknas
Ziarah Nasional Hari Kebangkitan Nasional SMP Negeri 2 Banyuwangi

Logo Hari Kebangkitan Nasional 2018

Jumat

CBT 2018

CBT Penilaian Akhir Tahun (PAT) SMP Negeri 2 Banyuwangi

    Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan dalam bentuk penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun dan ujian sekolah:
  1. Penilaian Akhir Semester, Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetisi peserta didik di akhir semester. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebu. Hasil penilaian akhir semester selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik, dan hasilnya dapat pula diperuntukkan program remedial, pengayaan dan pengisisan rapor..
  2. Penilaian Akhir Tahun,  kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester genap saja, atau dapat merepresentasi­kan KD dalam kurun waktu satu tahun pelajaran (mencakup KD pada semester 1 dan semester 2). Hasil penilaian akhir tahun selanjutnya diolah dan dianalisis untuk mengetahui ketuntasan belajar peserta didik. Hasil penilaian ini dapat dimanfaatkan untuk program remedial, pengayaan, dan pengisian rapor.
  3. Ujian Sekolah,  kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapai­an kompetensi peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan penyelesaian dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah se­mua mata pelajaran yang diajarkan pada satuan pendidikan tersebut. Untuk beberapa mata pelajaran, ujian sekolah diselenggarakan dalam bentuk ujian tulis dan ujian praktik, namun beberapa mata pelajaran lain dilaksanakan de­ngan ujian tulis atau ujian praktik saja. Pengaturan tentang hal ini dan pelak­sanaan secara keseluruhan diatur dalam POS Ujian Sekolah yang disusun oleh satuan pendidikan. Hasil analisis ujian sekolah dipergunakan pendidik dan satuan pendidikan un­tuk perbaikan proses pembelajaran secara keseluruhan pada tahun pelajaran berikutnya. Hasil ujian sekolah dilaporkan satuan pendidikan kepada orang­ tua peserta didik dalam bentuk surat keterangan hasil ujian (SKHU). Hasil ujian sekolah digunakan sebagai salah satu pertimbangan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
    Berbeda dengan tahun 2017, di tahun pelajaran 2017/2018 ini SMP Negeri 2 Banyuwangi melakukan kegiatan Penilaian Akhir Tahun berbasiskan komputer test atau sering disebut dengan Computer Base Test (CBT). Dalam kegiatan ini diikuti oleh 547 siswa yang terbagi dalam dua jenjang kelas yaitu kelas 7 sebanyak 263 siswa, dan kelas 8 sebanyak 284 siswa.
    Kegiatan penilaian akhir tahun berbasis komputer ini mempergunakan 108 unit komputer, 96 unit diantaranya dipergunakan kegiatan CBT sedangkan 12 unit sisanya dipergunakan untuk cadangan. Jika di tahun tahun yang lalu CBT hanya diperuntukkan kelas unggulan saja maka khusus untuk tahun 2018 ini sekolah memberlakukan untuk semua kelas 7 dan 8. Mengingat padatnya jadwal, untuk panitia membagi atas 3 sesi untuk kelas 7 dan 3 sesi berikutnya untuk kelas 8. Salah satu keunggulan dari pemanfaatan CBT ini adalah cepat didapatinya hasil dari pekerjaan siswa, bila dibandingkan sewaktu mempergunakan scanner, maka pemanfaatan CBT lebih cepat dan menghemat biaya.
   Waktu pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun kali ini membutuhkan waktu selama delapan kali penilaian diawali tanggal 11 Mei 2018 hingga 16 2018, karena ada libur awal puasa siswa mulai lagi pada tanggal 19 Mei sampai 23 Nei 2018. Matap pelajaran yang diujikan terdiri dari mata pelajaran PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Agama, Bahasa Jawa.
Simulasi UNBK SMP Negeri 2 Banyuwangi
Periksa Server CBT SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ruang CBT 1 SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ruang CBT 2 SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ruang CBT 3 SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kunjungan Bupati Banyuwangi saat UN 2016

Rabu

WISUDA 2018

Perpisahan Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Banyuwangi
Tahun Pelajaran 2017/2018

    Prosesi Perpisahan dalam kemasan wisuda kelas IX SMP Negeri 2 Banyuwangi ditandai dengan masukknya peserta menuju Ruang Aula Ki Hajar Dewantara tepat pada pukul 08.00 WIB. Barisan awal di iringi barisan sholawat, selanjutnya siswa-siswi kelas IX di dampingi wali kelas dengan berbalut busana khas Indonesia yaitu batik, selanjutnya barisan belakang terdiri dari bapak kepala sekolah berdampingan dengan urusan serta bapak/ibu guru dengan berbusana batik.
    Selanjutnya prosesi disambut dengan tarian pembuka Kembang Menur yang dibawakan oleh sanggar tari sekolah, berturut turut acara perpisahan dilanjutkan denngan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars SMP Negeri 2 Banyuwangi. Sebagai rasa syukur dengan terlaksananya kegiatan perpisahan pada tanggal 9 Mei 2018, panitia memberikan penyejukan iman dengan lantunan Ayat Suci Al-Quran.
    Dalam kesempatan sambutan, ketua panitia bapak Eko Santuso menyampaikan rasa terima kasih atas kerjasama tim panitia bapak/ibu guru yang tidak mengenal lelah serta turut mendoakan akan keberhasilan siswa siswi kelas sembilan dengan harapan mendapatkan nilai yang baik dan memuaskan. Untuk tahun 2018 ini sengaja panitia memilih tempat perpisahan di aula sekolah, dengan tujuan sebagai upaya pertanggungjawaban sekolah kepada wali murid yang turut memberikan sumbangsihnya berupa biaya sehingga sekolah sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya, ujar bapak Subiyantoro yang hingga berita ini di tulis sudah menjadi kepala sekolah yang menjabat selama dua periode.
    Selain itu kepala sekolah juga mengharapkan, keterjalinan rasa gotong royong antara sekolah, komite dengan walimurid diharapkan dapat terimbangi dengan pelayanan sekolah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan UNBK yang dulunya bergabung dengan sekolah lain, maka di tahun 2018 ini SMP Negeri 2 Banyuwangi mampu menyelenggarakan UNBK secara mandiri, tidak hanya berhenti sampai di kegiatan UNBK, sekolah juga memberlakukan penilaian akhir tahun berbasis komputer. Pada kesempatan sambutan terakhirnya bapak kepala sekolah berpesan agar siswa-siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi yang telah lulus dapat dan mampu menjaga almamater sekolah dengan menunjukkan prestasi yang lebih baik lagi demi kejayaan bangsa karena generasi saat inilah sebagai penerus dari cita-cita bangsa ini.
    Sebelum acara sambutan dari bapak Sutikno dari dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, terlebih dahulu di dahului dengan tari Kembang Kemangi. Dalam sambutanya bapak Sutikno sedikit banyak menyinggung sepak terjang sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi dan memberikan pengharapan agar SMP Negeri 2 Banyuwangi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan mampu menjadi sekolah rujukan di Kabupaten Banyuwangi.
    Pendidikan di Banyuwangi tidak akan maju apabila tidak ada bantuan, tidak adanya kemitraan antara pemerintah daerah, sekolah, komite dan walimurid. Saat ini pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi berupaya menciptakan pendidikan bermutu dan berkualitas, merencanakan kemudahan akses dan memperoleh pendidikan tuntas dalam artian pendidikan di Banyuwangi merupakan pendidikan tuntas 12 tahun. Dalam sambutan ini pula bapak Sutikno menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada komite dan walimurid SMP Negeri 2 Banyuwangi yang mampu memberikan kontribusi secara swadaya hingga berdirinya Ki Hajar Dewantara serta turut memberikan bantuan swadaya atas suksesnya pelaksanaan UNBK Mandiri SMP Negeri 2 Banyuwangi.
    Seusai memberikan sambutan bapak Sutikno yang mewakili bapak kepala dinas, diberi kehormatan untuk melakukan penyerahan siswa kelas sembilan dari sekolah kepada walimurid yang diwakili oleh perwakilan komite. Berturut-turut acara diselingi dengan tampilan guitar solo, band, vocal group, tari, beladiri siswa dan step up comedy. Dalam perpisahan ini pula sekolah memberikan apresiasi penghargaan bagi siswa berprestasi dalam setiap kegiatan baik dari tingkat kabupaten, propinsi hingga nasional.
Kepala Sekolah, Kasi Dikmen, dan Komite
Sambutan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Banyuwangi
Sambutan Ketua Panitia Perpisahan SMP Negeri 2 Banyuwangi



Lantunan Ayat Suci Al-Quran
Tari Kembang Menur SMP Negeri 2 Banyuwangi
Siswa Berprestasi SMP Negeri 2 Banyuwangi
Tim Tari Kembang Menur dan Tari Kembang Kemangi



Selasa

SULAP AULA

Full Action Pelepasan Siswa Siswi Kelas 9 
SMP Negeri 2 Banyuwangi

    Sebanyak 285 siswa SMP Negeri 2 Banyuwangi mengikuti acara Pelepasan Siswa Siswi Kelas 9. Bertempat di Aula Ki Hajar Dewantara. Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 9 Mei ini dimulai pukul 07.00 WIB. Sebelumnya tiga hari sebelum pelaksanaan acara, dilakukan kegiatan menghias aula, perlu diketahui pembangunan aula SMP Negeri 2 Banyuwangi dimulai sejak tiga tahun lalu bertepatan saat bapak Subiyantoro menjadi kepala sekolah baru di SMP Negeri 2 Banyuwangi pada tahun 2014.
    Pembangunan aula saat ini masih terus dilakukan, hasilnya baru mencapai pada penutupan atap, plester, keramik panggung, tembok sisi utara, dan masih ada tanggungan dalam pembangunan aula tersebut seperti masih perlunya melanjutkan keramik, membuat tembok sisi selatan, serta tentunya finishing bangunan. Sebagai salah satu upaya pertanggunjawaban penggunaan dana swadaya yang disumbangkan walimurid, maka dalam kegiatan pelepasan ini, panitia dengan dukungan kepala sekolah memberanikan diri untuk melakukan kegiatan perpisahan di aula Ki Hajar Dewantara. 
    Upaya menampilkan dekorasi yang optimum juga di bantu oleh kekreatifitasan siswa menghias tembok sisi utara dengan berbagai bentuk dan pola. Kreasi-kreasi siswa sangat membantu maraknya penampilan dekorasi ruangan. Kegiatan dekorasi didukung penuh oleh wali kelas pada kelas 7 dan 8, ide-ide kreatif sangat beragam dan memiliki corak motif beragam.
Final Dekor Siap DI Pakai Action
Finishing Dekor Perpisahan SMP Negeri 2 Banyuwangi
Gladih Bersih Perpisahan SMP Negeri 2 Banyuwangi
Retrofit dekor aula
Menyejukkan Aula
Dekor Perpisahan 1
Dekor Perpisahan 2 Bisa Buat Action
Dekor Perpisahan 3 Ayo Kerja Kerja Kerja
Dekor Perpisahan 4
Dekor Pentas Masih Dalam Pengerjaan






Rabu

HARDIKNAS 2018

Hari Pendidikan SMP Negeri 2 Banyuwangi
2 Mei 2018

HARDIKNAS 2018
   Upacara Bendera dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 2 Banyuwangi dengan pembina bapak Ahmad Zainul Arifin. Dalam hari pendidikan nasional ini sekolah juga mengirimkan delegasi sebagai peserta upacara di Taman Blambangan sekaligus juga menjadi peerta pengisi stand pameran dengan menampilkan potensi keunggulan sekolah yaitu kantin kejujuran.
   Dalam pidato menteri pendidikan yang di bacakan pembina upoacara terungkap, bahwa dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 ini kita mengambil tema "Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan". Sesuai dengan tema tersebut, marilah kita jadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tercermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.
    Peringatan Hari Pendidikan Nasional kali ini juga kita jadikan momentum untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan. Dalam waktu yang bersamaan kita menerawang ke depan atau membuat proyeksi tentang pendidikan nasional yang kita cita-citakan. Pada Hari Pendidikan Nasional 2018 ini kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.
   Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I, Pasal 1 ayat 2, disebutkan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional. Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Jika kebudayaan nasional kita menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia. Di samping itu, disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan akan mempertegas posisi kebudayaan nasional sebagai ruh, pemberi hidup, dan penyangga bangunan pendidikan nasional kita. Oleh sebab itu, kebudayaan yang maju adalah prasyarat yang harus dipenuhi jika ingin pendidikan nasional tumbuh subur, kukuh, dan menjulang.
    Demikianlah sepenggal sambutan menteri pendidikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, untuk delegasi stand pameran SMP Negeri 2 Banyuwangi menampilkan potensi sekolah dalam mengelolah kantin baik itu kantin sehat maupun kantin kejujuran. Stand SMP Negeri 2 Banyuwangi juga menjadi jujugan bupati Banyuwangi seusai menjadi inspektur upacara di Taman Blambangan.
Kunjungan Bupati Banyuwangi di Stand Pameran SMP Negeri 2 Banyuwangi
Malam Persiapan Stand Pameran Pendidikan SMP Negeri 2 Banyuwangi
Upacara Hari Pendidikan Nasional SMP Negeri 2 Banyuwangi
Suasana Ceria Usai Upacara HARDIKNAS SMP Negeri 2 Banyuwangi
Foto Bareng Petugas Upacara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Dewan Galang SMP Negeri 2 Banyuwangi di depan Stand Pameran


Kamis

UNBK 2018

Ujian Tahun Pertama UNBK Mandiri
SMP Negeri 2 Banyuwangi

    Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018 berakhir tanggal 26 April 2018, bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi tahun 2018 merupakan tahun pertama sekolah mengikuti UNBK mandiri, sebelumnya saat UNBK tahun 2017 sekolah bergabung dengan SMK Negeri Glagah Banyuwangi. Suksesnya pelaksanaan UNBK ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat khususnya walimurid yang terkoordinasi dengan komite, memberikan sumbang pemikiran dalam swadaya menghadirkan 70 unit komputer dan 4 server. Dari total 96 unit komputer diantaranya terdapat 30 unit komputer milik laboratorium TIK dengan kondisi layak digunakan UNBK, sehingga sedikit banyak meringankan sekolah dan komite dalam menyiapkan perangkat komputer untuk ujian yang berbasis komputer.
    Sebelum pelaksanaan UNBK terlebih dahulu siswa dibekali materi kerohanian zikir dan doa dengan tujuan memberikan pemantapan spiritual siswa dengan harapan saat berada dalam posisi mengerjakan soal UNBK siswa semakin termotivasi  untuk tetap fokus dan berprestasi. Iringan zikir dan doa dilakukan pada 30 menit sebelum siswa masuk ruang dan kegiatan zikir dan doa dilakukan di mushola sekolah. Ada banyak yang tersampaikan dalam pengisian kerohanian di mushola sekolah diantaranya informasi tentang tata tertib UNBK, informasi terkait dengan kedisilinan siswa dalam ruang serta bagaimana membiasakan siswa untuk berzikir dan berdoa sebelum melaksanakan UNBK.
    Panitia UNBK juga menyiapkan 4 proktor yang terdiri dari 1 proktor utama dan 3 proktor yang mengoperatori server, serta 1 teknisi. Sama seperti sekolah lainnya kendala pelaksanaan UNBK di hari pertama adalah lambatnya respon server pusat dalam merilis TOKEN ujian, setelah ditelusur ternyata di hari pertama ujian diadakanya maintenance server pusat. Hari kedua tanggal 24 April kegiatan ujian lebih kondusif, hanya saja teknisi yang dibantu oleh 2 personil tambahan bekerja keras untuk melakukan perbaikan CPU. Sebagai salah satu langkah untuk memperlancar kegiatan UNBK, teknisi mengganti komputer yang bernasalah dengan komputer cadangan. Hari ketiga tanggal 25 April dan 26 April yang merupakan hari terakhir kegiatan UNBK lebih kondusif lagi karena pada saat ini perangkat komputer sudah stabil tanpa gangguan yang berarti.
    Berdasarkan kegiatan dan pantauan di lapangan, ada beberapa catatan penting proktor dan teknisi, yaitu:
  1. Stabilnya layanan Internet, Internet bisa dikatakan sebagai ujung tombak suksesnya UNBK dengan stabilnya signal internet berarti pintu menuju server pusat terbuka. Tidak sedikit untuk sekolah-sekolah yang berada di luar jangkauan signal internet, harus berusaha mencari cara mendapatkan signal internet bahkan harus menumpang di rumah masyarakat pun harus dilakukan
  2. Perangkat Komputer yang optimum, perangkat komputer mulai dari CPU, Monitor, Mouse dan Keyboard adalah beberapa hardware yang tidak bisa dianggap enteng. Meski pun masing-masing hardware ini memiliki fungsi sendiri-sendiri namun kejelian untuk memilih hardware yang baik harus juga diperhatikan karena berkaitan dengan layanan.
  3. Proktor dan Teknisi Tangguh, bisa dikata pelaksanaan UNBK hanya empat hari namun persiapannya harus disiapkan sematang mungkin, seorang proktor dan teknisi begitu pula harus dipersiapkan sebaik mungkin mengingat banyak dari tahapan-tahapan UNBK yang menguras tenaga dab fikiran, bahkan seorang proktor dan teknisi harus merelakan diri untuk meninggalkan kelas mengajar dan juga keluarga karena tanggungjawabnya harus sukses UNBK meskipun harus tidur di sekolah.
  4. Kerjasama dalam TIM, pelaksanaan UNBK sangat beda dengan mempergunakan kertas dalam kegiatan UNBK ini kerjasama TIM sangat dibutuhkan, jika di lihat inti dari TIM suksesnya UNBK hanyalah pada proktor dan teknisi, keberadaan ketua, sekretaris, bendahara, monitoring dan panitia sekolah lainnya lebih hanya pada tim sukses pendukung sehingga panitia UNBK setidaknya harus mampu mengimbangi kinerja proktor dan teknisi di lapangan.
Masih banyak masalah yang harus disempurnakan lagi berkaitan dengan kegiatan UNBK tahun-tahun mendatang, terutama pada saat berhentinya waktu penggunaan komputer. Bisa saja perangkat komputer tidak dimanfaatkan hingga satu tahun mengakibatkan masalah pada rusaknya hardware.
    Memikirkan tentang pasca UNBK harus difikirkan dengan serius terutama tentang apakah di tahun berikutnya komputer yang telah ada masih dapat digunakan untuk tahun tahun berikutnya?  Untuk itulah sekolah paling tidak melakukan pengelolahan jangka panjang perangkat komputer mulai dari terjaganya Hardware, Software dan Brainware yang merupakan tiga unsur tak terpisahkan dalam komputer.
Kegiatan Istighosah di SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan Isthigosah SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan zikir dan doa UNBK SMP Negeri 2 Banyuwangi
Kegiatan SImulasi UNBK SMP Negeri 2 Banyuwangi

   

Rabu

TIK Terdampak K13

UKK  CBT Terkendala Kemampuan
Mengoperasikan Komputer

    Berlakunya Kurikulum 2013 di sekolah terdampak pada tidakdiajarkanya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah menengah tingkat pertama, sebagai gantinya matapelajaran digantikan dengan prakarya. Meskipun dalam perjalanannya TIK masih di bacup dengan Permendikbud No. 45 Tahun 2015 tentang Peran Guru TIK dan KKPI, permendikbud ini hadir sebagai refisi dari permendikbud nomor 68 Tahun 2014 tentang Peran Guru TIK dan Guru KKPI Dalam Implementasi Kurikulum 2013 karena terdapat beberapa ketidaksesuaian dengan ketentuan yang berlaku dikarenakan tidak masuk dalam struktur K13.
    Peran Guru TIK yang semula tidak masuk dalam pelajaran di kelas hanya melakukan bimbingan terhadap guru dan di laboratorium komputer saja, dalam peraturan ini lebih menjelaskan secara rinci tugas pokok dan jumlah beban yang diberikan, sesuai yang diamanatkan dalam pasal 4 ayat 2 "Guru TIK mempunyai beban kerja membimbing paling sedikit 150 (seratus lima puluh) peserta didik per semester I (satu) atau lebih satuan pendidikan pada jenjang yang sama dan/atau lintas jenjang".
    Harapan hadirnya permendikbud dapat memberikan angin segar bagi guru TIK dan KKPI, namun di lapangan situasinya tidak sesuai harapan dan memunculkan multi tafsir. Tidak hanya berhenti pada salah tafsir saja, dalam perkembangan pendataan guru dalam sistem dapodik ternyata sering menjadi masalah terganjalnya guru TIK dan KKPI untuk mendapatkan SKTPP sehingga tidak sedikit setiap saat guru TIK dan KKPI harus bersiap gigit jari tidak menerima TPP.
    Dampak lain dari tidak adanya TIK di dalam struktur K13 berakibat pada tenaga pengajar yang mulai mengundurkan diri, dan pindah jalur mengajar/alih fungsi sesuai dengan ijazah sarjana yang di miliki. Bukan berarti guru TIK diam, guru TIK tetap berjuang dengan segala cara termasuk membentuk organisasi sebagai wadah perjuangan seperti IGTIKPGRI, AGTIKNAS.
    Saat ini dengan sistem ujian berbasis komputer untuk ujian nasional, tentunya guru TIK masih menjadi pusat suksesnya kegiatan ujian nasional walau pun banyak kendala terutama terbatasnya sarana serta kemampuan, karena perlu diketahui banyak dari guru TIK yang merupakan guru dari lintas mata pelajaran namun memiliki kemampuan lebih di bidang TIK sehingga guru yang memiliki spesifikasi kemampuan TIK dipercaya untuk mengajar TIK. Namun tidak sedikit pula guru TIK memang asli sarjana TIK bahkan sebagaian juga ada yang rela mengupgrade kemampuan untuk belajar lagi tentang TIK.
    Kekhawatiran ketika sekolah yang sudah melaksanakan K13 adalah guru masih harus melakukan pengenalan pada siswa yang akan mengikuti tes Computer Basic Test, karena perlu diketahui dengan diberlakukannya K13 secara automatis siswa dari sekolah dasar hingga menengah atas tidak akan mendapatkan materi TIK. Persoalan ini tidak bisa di anggap enteng begitu saja karena untuk posisi sekolah dengan kemampuan TIK dari siswa yang sama sekali belum mengenal mouse atau pun keyboard akan menjadi satu tantangan sendiri, kembali lagi TIK tetap harus diajarkan.
    Untuk itu terobosan-terobosan agar siswa K13 tidak gaptek adalah dengan melakukan pembimbingan sesuai dengan harapan tertuang di permendikbud, tentunya karena tidak masuk dalam struktur kurikulum berarti harus  jam efektif, bisa dilakukan di luar jam sekolah berupa kegiatan ekstra kurikuler atau menyisipkan di pembimbingan mata pelajaran tertentu yang membutuhkan kegiatan belajar di laboratorium TIK, misalkan siswa perlu browsing tentang negara-negara maju.
    Siswa kelas 7 dan 8 SMP Negeri 2 Banyuwangi di tahun pelajaran 2017/2018 ini merupakan dua kelas dengan kurikulum 2013 berbeda dengan kelas 9 yang masih mempergunakan KTSP. Dengan demikian perhatian spesial tertuju pada pemberian materi TIK  untuk kelas 7 dan 8. Semoga saja seusai UNBK tanggal 23 - 26 April nanti, guru pembimbing TIK dapat melaksanakan amanat permendiknas nomor 45 tahun 2015 dengan baik.

Minggu

Aktivitas Sekolah

Sepekan Aktivitas Kreativitas SMP Negeri 2 Banyuwangi

SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Sepekan sibuk dalam aktivitas kreativitas patut di sematkan bagi sekolah yang beralamat di Jalan Ranggawuni 41 Banyuwangi ini, dalam waktu sepekan ini sekolah mengikuti berbagai kegiatan seperti gladih bersih simulasi UNBK tanggal 19 - 21 Maret 2018. Setelah gladih bersih simulasi UNBK pada hari Kamis, 22 Maret sekolah mengikuti FLS2N dan PSP, selanjutnya Sabtu, 25 Maret kegiatan OSN di SMP 1 Cluring dan kegiatan Fashion "Green and Recycle Fashion Week" di Pantai Cacalan, masih belum cukup agenda kegiatan dalam pekan ke tiga bulan Maret ini ditutup dengan ikut berperan sertanya siswi SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam kegiatan Pemilihan Jebeng Thulik.
    Khusus ajang "Green and Recycle Fashion Week" kali ini bertemakan "Beautiful Trash", seperti namanya kegiatan fashion ini menampilkan karya-karya terbaik peserta yang berasal dari bahan-bahan daur ulang seperti plastik atau pun kertas yang di sulap menjadi barang seni, berguna dan bernilai tinggi. Dalam pembuatan desain dan produksinya, semuanya di rancang dan di buat sendiri oleh siswa.
    Ajang kreativitas siswa perlu mendapatkan support luar biasa yang asalnya tidak hanya dari sekolah saja namun juga berasal dari orang tua siswa. Setiap sekolah memiliki strategi masing-masing dalam pembinaan. Ajang kompetisi sekolah terbagi atas kegiatan akademis dan non akademis, bagi sekolah dengan input tidak terlalu baik mungkin hanya mengandalkan prestasi dalam kompetisi non akademis saja, namun sekolah tidak harus serta merta mengamini dengan input yang tidak baik, maka kompetisi yang harus di tingkatkan hanyalah non akademis saja.
    Banyak cara untuk meningkatkan prestasi akademis siswa, salah satunya dengan  membuat kelas "unggul". Kelas "unggul" merupakan kelas yang dipersiapkan untuk menjadi contoh bagi kelas lainnya dan bisa juga membantu kelas lain dengan berperan sebagai kelas tutor sebaya. Bisa saja regulasi yang seperti ini tidak diakui bahkan di nilai "ilegal" karena tidak sesuai dengan keadilan siswa dalam mendapatkan pemerataan pengetahuan. Alasan bisa saja tepat, namun sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi akademis sekolah serta sebagai bagaian strategi pemerataan kompetisi perlu dilakukan pembentukan kelas yang siap untuk mengangkat potensi sekolah dalam kompetisi akademis yang biasa di sebut dengan olimpiade.
    Pembuktian keberhasilan kompetisi akademis sekolah, bisa dilihat dari berapa peringkat sekolah dalam tiap kompetisi OSN (Olimpiade Sains Nasional) tingkat kabupaten, adakah peningkatan dari prestasi tahun-tahun terdahulu? Melihat prestasi yang bisa saja naik bisa saja turun tergantung pada pembinaan sekolah masing-masing, apakah berlangsung secara berkelanjutan, rutin ataukah sekedar mematahkan kewajiban saja karena bagaimanapun sekolah tidak mungkin dapat bersaing dengan sekolah dengan input yang baik.
    SMP Negeri 2 Banyuwangi dalam ajang OSN, seharusnya lebih siap dalam menghadapi agenda kegiatan rutin tiap tahun. Karena di sekolah ini terdapat kelas unggulan, penciptaan kelas unggulan sendiri untuk saat ini masih mengacu pada sistem kelas akselerasi dan bukan diciptakan sebagai kelas olimpiade. Dengan dasar kelas akselerasi yang tidak tepat, maka sudah selayaknya kelas "unggul" dirubah sistem pembelajarannya menjadi kelas olimpiade.
    Berbeda dengan kompetisi akademis, bagi SMP Negeri 2 Banyuwangi kompetisi non akademis merupakan kompetisi andalan yang sudah menjadi trade mark sekolah. Tidak sedikit prestasi yang telah dihasilkan, sekolah ini sudah pernah meluncurkan atlit nasional seperti Nurohman pelari Nasional Indonesia, dan juga Adinda atlit silat PON Jatim, serta prestasi lain seperti juara propinsi Hocky, serta mewakili kabupaten Banyuwangi dalam perhelatan FLS2N tingkat Jawa Timur, dan mengirimkan duta seni tari tradisional Banyuwangi ke Istana Negara dalam malam resepsi HUT RI.
Pembimbing OSN SMP Negeri 2 Banyuwangi Kab. Banyuwangi tahun 2018
Pembina dan peserta OSN SMP Negeri 2 Banyuwangi Tahun 2018
Pembina dan Peserta Green and Recycle Fashion Week SMP Negeri 2 Banyuwangi
Jebeng Thulik SMP Negeri 2 Banyuwangi

   

Kamis

FLS2N dan PSP 2018

FLS2N Dan PSP 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi

Lukis Batik SMP Negeri 2 Banyuwangi
    Berbekal surat mandat yang di tandatangani kepala sekolah Nomor: 421.3/089/429.245.200990/2018 delegasi SMP Negeri 2 Banyuwangi mantab mengikuti agenda FLS2N dan PSP 2018 pada hari Kamis, 22 Maret 2018. Menghadirkan 12 peserta yang terbagi atas kegiatan FLS2N tiga mata lomba, PSP 5 mata lomba, berikut data peserta yang mengikuti kegiatan FLS2N dan PSP 2018 SMP Negeri 2 Banyuwangi. 
  1.  Prabowo Gunawan 8A, FLS2N Gitar Solo
  2.  Maharani Novita Rahmadani 8E, FLS2N Nyanyi Tunggal
  3. Anshora Sena Baehaky 8A, FLS2N Poster
  4. Silvia Mulyani 8A, PSP Lukis
  5. Sayidatul Sakina Faradila 8A, PSP Lukis
  6. Maharani Indriyana, 8A, PSP Lukis
  7. Ayu Kuscahyaningtyas, 8A, PSP Seni Karya
  8. Adinda Thulifia Salasabila, 8A PSP Seni Karya
  9. Amanda Putri Pramita, 8A PSP Desain Batik
  10. Ainur Fadia, 8A PSP Lukis
  11. Ais Nazwa Az Zahra, 7A PSP Samroh
  12. Tasya Zazilla Tia Salsabila, 7A PSP Samroh
Perwakilan delegasi FLS2N dan PSP SMP Negeri 2 Banyuwangi diketuai oleh urusan kesiswaan bapak Winarno dan dibantu oleh pembina OSIS serta bapak/ibu guru pendamping, seperti ibu Dwi Kus Indrarini, Eva Kartika, Tabita, Titik Suci Rahayu, Mulyastuti, Sri Adyastuti, Aulia dan bapak Muhalli. Tempat kegiatan terbagi atas beberapa tempat seperti di aula Dinas Pendidikan, Taman Blambangan, dan RTH Sayu Wiwit serta beberapa tempat lainnya yang ada di kota Banyuwangi.
    Hasil akhir dari kegiatan FLS2N dan PSP 2018, untuk delegasi SMP Negeri 2 Banyuwangi dapat meraih beberapa gelar juara, yaitu:
  1. Juara 1 Samroh (merupakan gabungan dari seleksi antar sekolah-sekolah di kecamatan Banyuwangi, Giri dan Kalipuro), atas nama Ais Nazwa dan Tasya Zazilla
  2. Juara 3 Gitar Solo, atas nama Prabowo Gunawan
  3. Juara Harapan 3 Poster
  4. Juara Harapan 1 Nyanyi Tunggal, atas nama Maharani Novita
Harapan dari capaian tahun 2018 ini menjadi titik awal untuk memacu prista.si siswa yang lebih baik lagi dalam kegiatan di bidang non akademis. Sementara itu, bersamaan kegiatan FLS2N dan PSP tahun 2018 tim bola voly SMP Negeri 2 Banyuwangi berlaga dalam Lomba Bola Volly "Piala Wabup" 2018. Untuk kegiatan lainnya seperti sepak bola yang lolos menjadi Juara 1 Gala Siswa harus menjadi tim inti dalam lanjutan Gala Siswa tingkat Kabupaten.
    Secara kebetulan kegiatan FLS2N dan PSP ini bertepatan dengan baru rampungnya sekolah mengikuti kegiatan Simulasi Gladih Bersih UNBK 2018. Untuk kegiatan akademis tahun 2018 ini SMP Negeri 2 Banyuwangi memantapkan diri mengikuti kegiatan UNBK Mandiri. Harapan kedepan nantinya semoga kegiatan-kegiatan siswa mampu juga merembet ke dalam semangat berkompetisi pada bidang akademis.
Juara SMP Negeri 2 Banyuwangi
Samroh Korwil Banyuwangi, Giri dan Kalipuro
Samroh SMP Negeri 2 Banyuwangi
Ibu Guru SMP Negeri 2 Banyuwangi Pendamping FLS2N
Peserta Lukis SMP Negeri 2 Banyuwangi
Nyanyi Solo SMP Negeri 2 Banyuwangi
Desain Batik SMP Negeri 2 Banyuwangi
Seni Kriya SMP Negeri 2 Banyuwangi
Guru Pendamping dan Peserta SMP Negeri 2 Banyuwangi